BAKA PERDANA KUSUMADari “Bang Beks” Menjadi BangBeksNews: Perjalanan Seorang Jurnalis Membangun Media dari Sebuah Panggilan

Bangbeksnews.comJAKARTA — (12/08/2036),Tidak semua media lahir dari ruang redaksi besar, gedung megah, atau modal yang berlimpah. Sebagian justru lahir dari sebuah gagasan sederhana, dari kecintaan terhadap dunia informasi, dan dari keberanian seseorang untuk memulai.BangBeksNews adalah salah satunya.

Di balik nama tersebut terdapat sosok Baka Perdana Kusuma, pria kelahiran Jakarta tahun 1976 yang selama bertahun-tahun lebih dikenal dengan sapaan akrab “Bang Beks”.Nama yang kini menjadi identitas sebuah media tersebut ternyata memiliki perjalanan yang cukup panjang. Berawal dari panggilan sederhana di lingkungan pergaulan, “Beks” perlahan melekat sebagai bagian dari identitas Baka hingga akhirnya menjadi nama yang ia pilih untuk membangun sebuah media berita.«“Bang Beks bukan sekadar nama.

Nama itu bagian dari perjalanan hidup saya.”»

DARI “BAK” MENJADI “BEKS”

Baka mengisahkan, nama “Beks” bermula dari kebiasaan orang-orang di lingkungannya yang memanggil dirinya dengan sebutan “Bak”, yang berasal dari nama Baka.Namun, seorang teman memiliki cara berbeda dalam menyapanya.“Nama asli saya Baka.

Di wilayah saya sering dipanggil Bak, Bak. Kemudian ada salah satu teman yang memanggil saya dengan sebutan Beks. Entah bagaimana akhirnya teman-teman yang lain ikut memanggil saya Beks. Lama-lama panggilan itu menyebar dan akhirnya saya dikenal dengan sebutan Beks, kemudian Bang Beks,” tutur Baka.

Panggilan tersebut kemudian menemukan makna lain ketika dikaitkan dengan perjalanan Baka dalam mengenal seni bela diri tradisional Betawi.

BEKSI, DISIPLIN, DAN MASA MUDA

Pada era 1990-an, ketika masih berusia muda, Baka menekuni silat Betawi Beksi. Ia belajar kepada seorang guru silat yang dikenalnya dengan nama Bang Kiding.Bagi Baka, silat bukan hanya tentang kemampuan bela diri. Ada nilai disiplin, ketekunan, keberanian, dan proses panjang untuk menguasai sesuatu yang menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.Ia bahkan pernah melakukan atraksi freestyle golok serta memperagakan berbagai jurus silat yang dipelajarinya.Namun waktu terus berjalan.Kini, memasuki usia 50 tahun, Baka memilih menyalurkan energi dan kecintaannya terhadap proses belajar ke dunia yang berbeda: jurnalistik.

MENEMUKAN JALAN DI DUNIA JURNALISTIK

Ketertarikan Baka terhadap dunia jurnalistik mulai ditekuninya sekitar 2016.

Langkah awal tersebut dimulai ketika ia bergabung dengan Tabloid Tipikor.com.Dari sana, pengalaman demi pengalaman mulai membentuk dirinya. Ia belajar mengenal dunia pemberitaan, memahami proses pencarian informasi, menulis, membaca situasi di lapangan, serta melihat berbagai persoalan masyarakat dari sudut pandang jurnalistik.Baka tidak menempatkan dirinya sebagai sosok yang telah selesai belajar. Justru sebaliknya.Ia menyadari bahwa dunia jurnalistik adalah dunia yang menuntut seseorang untuk terus membaca, mencari tahu, mengasah kemampuan, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.«“Saya sekarang lebih banyak belajar menulis dan membaca untuk memperdalam hobi saya sebagai jurnalis. Saya memang masih terus belajar. Saya mulai menekuni jurnalistik sekitar tahun 2016 dan sampai sekarang masih saya jalani.”»

DARI JURNALIS MENJADI PENDIRI MEDIA

Perjalanan panjang tersebut kemudian membawa Baka pada sebuah gagasan: membangun media sendiri.Dari sanalah nama BangBeksNews lahir.Bagi Baka, membangun media bukan semata-mata tentang memiliki sebuah nama atau platform pemberitaan. Lebih dari itu, BangBeksNews menjadi ruang untuk menuangkan gagasan, menyampaikan informasi, serta menghadirkan karya jurnalistik yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.Berangkat dari pengalaman dan kecintaannya terhadap dunia jurnalistik, Baka bersama putra pertamanya, Gibran Al Ikhlas Putra Perdana, mulai membangun BangBeksNews secara bertahap.Tidak ada jalan pintas.Mereka membangunnya dari proses belajar, mencoba, mengevaluasi, dan kembali belajar.

BELAJAR, BERKARYA, DAN MEMBERI MANFAAT

Baka memiliki prinsip sederhana dalam menjalani hidup: ketika menyukai sesuatu, ia ingin mempelajarinya secara sungguh-sungguh.

Prinsip tersebut pernah ia terapkan ketika menekuni silat Beksi. Kini prinsip yang sama ia bawa ke dunia jurnalistik. “Saya suka menuntut ilmu. Apa pun yang saya suka pasti saya dalami. Ketika saya suka silat Beksi Betawi, saya belajar dan harus bisa. Begitu juga sekarang ketika saya menekuni jurnalistik.

Saya ingin terus belajar dan menjadi lebih baik, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga sebagai nilai ibadah dalam hidup.”»Kalimat tersebut menjadi gambaran bagaimana Baka melihat perjalanan BangBeksNews.

Media ini tidak dibangun hanya untuk mengejar popularitas. Ada proses panjang yang ingin ia jalani, ada pengalaman yang ingin dituangkan, dan ada tanggung jawab yang ingin ia bangun melalui karya jurnalistik.

BANGBEKSNEWS, IDENTITAS YANG LAHIR DARI PERJALANAN

Nama BangBeksNews pada akhirnya bukan sekadar gabungan antara nama panggilan dan kata “News”.Di dalamnya terdapat cerita tentang seorang anak Jakarta yang tumbuh dengan lingkungan dan budaya Betawi, pernah menekuni silat Beksi, kemudian menemukan kecintaannya pada dunia jurnalistik hingga akhirnya berani membangun media sendiri.Dari Baka, lahirlah Beks.Dari Beks, lahirlah Bang Beks.Dan dari Bang Beks, lahirlah BangBeksNews.Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa sebuah nama dapat menjadi identitas, sementara sebuah identitas dapat berkembang menjadi karya.Kini, di usia 50 tahun, Baka tidak memilih untuk berhenti belajar.

Ia justru memulai babak baru.Bersama generasi berikutnya, ia mencoba membangun sebuah media dengan semangat sederhana: terus belajar, terus berkarya, dan terus memberikan manfaat melalui informasi.Karena bagi seorang Baka Perdana Kusuma, perjalanan menjadi jurnalis bukan tentang seberapa lama seseorang berada di dalam dunia pers.

Tetapi tentang seberapa besar kemauan untuk terus belajar, menjaga integritas, dan menghadirkan karya yang berarti bagi masyarakat.

Baka Perdana KusumaPendiri BangBeksNews“Dari sebuah panggilan akrab, menjadi sebuah identitas. Dari sebuah hobi, menjadi sebuah perjalanan. Dari perjalanan, lahirlah BangBeksNews.” (Gibran)

Nara sumber : Baka Perdana Kusuma.

Latar Belakang : Pendiri Media Bang Beks News

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *