KETEGANGAN YAMAN-LAUT MERAH MENINGKAT, HARGA MINYAK TEMBUS US$100

Bang eksnews.com JAKARTA — 16/09/2026.Eskalasi konflik di kawasan Yaman dan Laut Merah kembali menekan keamanan jalur energi global. Serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi terhadap target terkait Arab Saudi, ditambah kerusakan pipa minyak akibat serangan drone, meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan dan distribusi minyak.
Tekanan tersebut langsung menjadi perhatian pasar energi. Harga minyak mentah Brent sempat menembus US$100 per barel dan bergerak lebih tinggi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan serta keamanan jalur pengiriman energi.
Kerusakan pipa minyak di wilayah utara Arab Saudi dilaporkan terjadi akibat serangan drone. Menurut laporan pemerintah Irak, drone tersebut berasal dari wilayah Irak. Informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Eskalasi juga terjadi di sekitar Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik penting lalu lintas perdagangan dan pengiriman energi antara Timur Tengah, Asia, dan Eropa.
Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memaksa kapal mengubah rute pelayaran, meningkatkan waktu tempuh dan biaya pengiriman, sekaligus menambah tekanan terhadap rantai pasok energi dan perdagangan internasional.
Situasi ini menunjukkan bahwa perkembangan konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada keamanan kawasan. Setiap gangguan terhadap infrastruktur energi dan jalur pelayaran strategis dapat merembet ke pasar minyak serta aktivitas perdagangan global.
Namun, besarnya dampak terhadap pasokan minyak dan perdagangan dunia tetap bergantung pada perkembangan konflik, durasi gangguan terhadap infrastruktur energi, serta kondisi keamanan jalur pelayaran.
Konflik regional, dampaknya bisa mendunia: dari keamanan jalur laut hingga harga energi dan perdagangan global. [Red]



